Posted by Riswanda

Noise Pollution


Noise pollution (or environmental noise) is displeasing human, animal or machine-created sound that disrupts the activity or balance of human or animal life. The word noise comes from the Latin word nausea meaning seasickness.

The source of most outdoor noise worldwide is transportation systems, including motor vehicle noise, aircraft noise and rail noise. Poor urban planning may give rise to noise pollution, since side-by-side industrial and residential buildings can result in noise pollution in the residential area.

Other sources of indoor and outdoor noise pollution are car alarms, emergency service sirens, office equipment, factory machinery, construction work, groundskeeping equipment, barking dogs, appliances, power tools, lighting hum, audio entertainment systems, loudspeakers, and noisy people.


SNIPER

Posted by Riswanda


Dalam kamus besar bahasa Indonesia, Sniper diartikan sebagai penembak runduk. Maknanya jelas berbeda dg penembak jitu. Penembak jitu sendiri dalam dunia militer lebih dikenal sebagai Marksman. Perbedaan keduanya terletak pada doktrin pagelarannya dalam sebuah misi militer. Penembak jitu biasanya bertugas dalam sebuah regu. Tugasnya membantu memaksimalkan penyerangan regu dan membantai musuh dari jarak jauh. Dalam urusan persenjataan penembak jitu biasanya hanya membawa senapan yg mampu mengenai musuh dalam jarak 500 meter. Konsep penembak jitu mengambil dari konsep regu angkatan bersenjata Uni Soviet yg memasukkan penembak jarak jauh dalam konsep regu angkatan bersenjatanya. Sedangkan Sniper atau penembak runduk bertugas dalam satuan setingkat peleton atau bahkan battalion. Regu sniper biasanya berjumlah maksimal 2 (dua) terdiri dari seorang sniper dan spotter atau pengamat. Senjata seorang sniper biasanya mampu mengatasi musuh yg berjarak 800, 1000, hingga 2000 meter.

Konsep sniper seperti saat ini berawal dari konsep angkatan bersenjata Jerman pada saat perang dunia I. Konsep tersebut tetap dipertahankan pada saat berkecamuknya perang dunia II. Pada saat itu sniper-sniper NAZI Jerman terbukti mampu meruntuhkan mental tentara Sekutu di Palagan Eropa. Sedangkan di medan Pasifik, sniper-sniper Jepang mengkombinasikan doktrin sniper Jerman dg konsep Ninjitsu atau Ninja untuk mengimbangi Angkatan Perang Sekutu. Di Uni Soviet kemudian dikembangkan pula konsep Sniper pada angkatan bersenjatanya untuk menghambat laju invasi NAZI Jerman ke Eropa Timur. Di kemudian hari pilihan Soviet untuk mengembangkan sniper terbukti manjur dan melambungkan nama-nama seperti Vasily Zeitsev atau Mila Pavlychenko yg sepak terjangnya ditakuti oleh pasukan dan sniper terbaik NAZI Jerman. Barat atau Amerika Serikat sendiri agak terlambat mengembangkan Sniper. Memang dalam setiap regu AB Amerika terdapat Marksman atau penembak jitu (seperti dalam film Saving Private Ryan) dan itu juga belum dikembangkan secara serius. AS baru mengembangkan secara serius pada saat Perang Vietnam berkecamuk. Pada saat itu mulai dibentuk regu-regu Sniper di Marinir AS (USMC) dan dipertahankan hingga hari ini (Sniper Marinir AS dianggap sebagai salah satu regu Sniper terbaik dan sepak terjangnya bisa dilihat di film Shooter).

Senapan untuk sniper dikembangkan secara khusus. Dalam hal ini Jerman sekali lagi dianggap sebagai pelopor. Pada era PD I, Jerman membuat senapan khusus sniper yaitu Gewehr 1898. sedangkan pada era PD II senapan sniper yg berjaya adalah K98k buatan Jerman, Arisaka type 98 buatan Jepang, dan Mosin Nagant yg jadi andalan Uni Soviet. Pada era saat ini senapan Sniper terbagi dalam tiga model. Pertama, model Bolt Action atau model pengisian manual alias masih menggunakan model kokang. Model Bolt Action yg dianggap terbaik antara lain Parker-Hale M82, Remington 700, L96A1-Magnum (favorit para pecandu Counter Strike), dan Steyr SSG69. Kedua, model semi otomatis. Para andalan kelas ini antara lain M14, SVD Dragunov (andalan mujahidin Iraq), GSG G3SG1, dan Galil Galatz. Sedangkan yang ketiga adalah Sniper kelas berat atau yg umum disebut Anti Material Sniper. Sniper ini menggunakan kaliber 12,7 mm, mampu menghabisi target dari target 1500 hingga 2000 meter, dan (ini yg jadi asal muasal Anti Material Sniper) mampu menembus baja ringan dan tembok. Senapan dalam kelas ini antara lain Barret type 80, Mechem NTW, dan PGM Hecate.

Di Indonesia sendiri aksi sniper pertama yg tercatat adalah aksi mujahidin Aceh yg menghabisi Jenderal De Kock di halaman Masjid Raya dalam perang Aceh. Kemudian aksi sniper mereda hingga pada era perang Kemerdekaan. Para pejuang di Surabaya pernah tercatat dan diakui tentara Inggris sebagai sniper yg menakutkan. Bahkan pada saat berkecamuknya perang Surabaya 1945, harian-harian di Inggris mengetengahkan headline berita yg mengabarkan bahwa Sniper di Surabaya memiliki kemampuan sama menakutkan dg para Sniper NAZI. Sedangkan di dunia Islam pada umumnya, khususnya pada hari-hari ini terbukti peran sniper mampu menggentarkan musuh-musuh kaum muslimin. Di medan perang Iraq dan Afghanistan, para mujahidin yg memiliki kemampuan sniper sangat meresahkan pasukan Amerika dan aliansinya (khusus Iraq, sepak terjang para sniper mujahidin biasa disaksikan di film dokumenter Sniper Baghdad). Juga para Sniper HAMAS yg beberapa waktu lalu menjadi faktor kemenangan atas Israel dalam pertempuran Gaza.

Ki Hajar Dewantara

Posted by Riswanda


Raden Mas Soewardi Soerjaningrat (EYD: Suwardi Suryaningrat, sejak 1922 menjadi Ki Hadjar Dewantara, EYD: Ki Hajar Dewantara, beberapa menuliskan bunyi bahasa Jawanya dengan Ki Hajar Dewantoro; lahir di Yogyakarta, 2 Mei 1889 – meninggal di Yogyakarta, 26 April 1959 pada umur 69 tahun[1]; selanjutnya disingkat sebagai "Soewardi" atau "KHD") adalah aktivis pergerakan kemerdekaan Indonesia, kolumnis, politisi, dan pelopor pendidikan bagi kaum pribumi Indonesia dari zaman penjajahan Belanda. Ia adalah pendiri Perguruan Taman Siswa, suatu lembaga pendidikan yang memberikan kesempatan bagi para pribumi jelata untuk bisa memperoleh hak pendidikan seperti halnya para priyayi maupun orang-orang Belanda.
Tanggal kelahirannya sekarang diperingati di Indonesia sebagai Hari Pendidikan Nasional. Bagian dari semboyan ciptaannya, tut wuri handayani, menjadi slogan Departemen Pendidikan Nasional. Namanya diabadikan sebagai salah sebuah nama kapal perang Indonesia, KRI Ki Hajar Dewantara. Potret dirinya diabadikan pada uang kertas pecahan 20.000 rupiah.